Tuesday, February 6, 2018

Cuaca Ekstrim Petani Ngawi Was-Was Harga Gabah Anjlok


SiagaNews || Curah hujan tinggi pada awal tahun 2018 ini membuat was-was bagi petani padi di wilayah Ngawi, Jawa Timur. Pasalnya mereka khawatir terhadap harga gabah bakal anjlok jika terjadi hujan terus-terusan. Padahal untuk sekarang ini harga gabah dalam posisi menguntungkan petani yakni berkisar pada Rp 4.500/kilogram.

“Khawatirlah kalau cuaca kayak gini terus (hujan-red). Kalau bisa cuaca bersahabat jangan sampai hujan terus bisa-bisa harga gabah jadi anjlok,” terang Marjono petani asal Desa Gelung, Kecamatan Paron, Selasa (06/02).

Alasan lain tandasnya, para tengkulak seringkali banting harga karena curah hujan. Padahal kwalitas gabah untuk saat sekarang ini lumayan baik dibanding musim panen sebelumnya. Marjono pun meminta pemerintah memantau setiap perkembangan harga jangan sampai petani menjadi obyek untuk meraup untung lebih para tengkulak.

Dilihat dari sisi lain, keberadaan pertanian padi di wilayah Ngawi merupakan salah satu daerah lumbung penyuplai gabah di Jawa Timur. Sejak awal tahun lalu pihak pemerintah daerah setempat terus berupaya meningkatkan produktifitas padi. Terbukti produktifitas padi di Ngawi pada 2017 lalu melebihi target. Hasil panen padi mampu menembus 783.675 ton gabah kering giling (GKG), dimana dari persentasenya jumlah tersebut terjadi surplus mencapai 13.299 ton.

“Surplus produksi padi tersebut ditunjang oleh luas tanam di Ngawi yang terus meningkat melebihi target yang ditetapkan pusat selama tiga tahun terakhir. Di mana pada tahun 2016 ditarget 129.136 hektare luas tanam, realisasinya mencapai 135.903 hektare atau surplus 6.767 hektare dan itu terus berlaku pada tahun-tahun berikutnya,” terang Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang.

Ia katakan, surplus produksi padi tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi petani di wilayah Kabupaten Ngawi kepada pemerintah dalam mendukung penyediaan stok pangan nasional. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: