Monday, February 12, 2018

Dipastikan Di Ngawi Hanya Dapil I Mengalami Perubahan


SiagaNews || Wacana perubahan Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Ngawi untuk Pemilu 2019 semakin menguat. Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi mengatakan, sebagai tindak lanjut dari bimbingan teknis penataan Dapil akhir tahun 2017 lalu dan ditindaklanjuti dengan kajian melibatkan kalangan para akademisi perubahan Dapil di wilayahnya tidak terlalu signifikan.

Toni sapaan akrabnya, diprediksi dari 4 opsi perubahan Dapil yang dikaji secara ilmiah melibatkan kalangan akademisi yang digelar beberapa waktu kemarin kemungkinan hanya Dapil I yang mengalami perubahan. Jika sebelumnya 6 Dapil yang ada di Ngawi dari 19 wilayah kecamatan hanya Dapil I dipastikan bertamabah satu wilayah kecamatan.

“Sesuai hasil kajian para akademisi melibatkan perwakilan partai politik dari empat opsi yang ada hanya satu opsi yang masuk dalam pembahasan. Seperti Dapil I kalau sebelumnya cuma dua kecamatan yakni Ngawi Kota dan Pitu kini bakal ditambah Kasreman,” terang Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi melalui saluran telepon, Senin, (12/02).

Jelasnya, opsi yang dipilih dari kajian bersama tersebut diajukan ke KPU Jatim yang kemudian masuk dalam pembahasan serta kajian KPU pusat sebelum ditetapkan. Dan diprediksi hasil penetapan KPU pusat nantinya akan diketahui sekitar akhir Maret 2018 mendatang.

“Wacana perubahan itu jika disahkan sama KPU pusat hanya Dapil I yang berubah. Dimana ada tiga kecamatan dan wilayah terbaru dari Kasreman setelah sebelumnya bergabung di Dapil II termasuk jumlah alokasi kursi di DPRD Ngawi. Kalau sebelumnya hanya enam kursi nantinya ada tujuh kursi,” beber Toni.

Perubahan Dapil untuk Pemilu 2019 nanti mengacu dari data agregat kependudukan per wilayah kecamatan (DAK 2) yakni ada 899.495 orang. Dimana secara teknis jumlah penduduk Ngawi tersebut akan dibagi dengan jumlah 45 kursi maka akan ketemu dengan Bilangan Pembagi Penduduk (BPPd).

Diakuinya konsep penataan Dapil versi lama memang seringkali mendapat sorotan yang dinilai kurang proporsional dengan kondisi sekarang ini. Urai Tony, untuk BPPd atau hitungan kuota suara per kursi di DPRD Ngawi pada Pemilu 2019 mendatang tercatat 19.988 suara. Jika dikaitkan dengan kuota kursi dari Pemilu 2014 memang ada peningkatan.

Sebab saat itu kuota suara per kursi hanya 17.066 suara mengingat dari jumlah penduduk Ngawi masih berada di angka 767.952 jiwa orang. Untuk rancangan Dapil di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2019 yang telah disimulasikan sesuai hasil kesepakatan dengan berbagai pihak.

Seperti Dapil I (Pitu, Ngawi Kota, Kasreman), Dapil II (Padas, Bringin, Karangjati, Pangkur, Kwadungan), Dapil III (Geneng, Gerih, Kendal), Dapil IV (Paron, Kedunggalar), Dapil V (Jogorogo, Ngrambe, Sine) dan Dapil VI (Widodaren, Mantingan, Karanganyar). (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: