Monday, February 12, 2018

Pesona Benteng Pendem Ngawi Makin Menggeliat, Sayang Jalan Ditempat



SiagaNews || Benteng Pendem atau Van Den Bosch salah satu lokasi wisata heritage di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur makin diminati pengunjung. Meski tidak hari libur panjang tempat wisata yang berada di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi Kota atau tepatnya hanya 2 kilometer dari Kota Ngawi ini makin diminati para  pelancong maupun wisatawan lokal.

"Lokasinya adem dan backgroundnya asyik terlihat dari bangunan benteng yang berumur ratusan tahun. Kalau bisa keberadaanya ditata lagi biar tidak hilang dari nilai akan sejarahnya," ungkap Yudha Alamsyah seorang pengunjung dari Yogjakarta, Minggu (11/02).

Ia sempat heran, ada ribuan pengunjung pada liburan akhir pekan kali ini. Meski keberadaan benteng pertahanan era Kolonial Belanda masih jauh dari renovasi maupun restorasi seperti yang digadang Pemkab Ngawi. Tidak salahnya ada tindak lanjut untuk menyelamatkan salah satu aset wisata sejarah dari usia.

"Kalau tidak segera ada campur tangan pihak tertentu yang poinya melakukan restorasi saya khawatir benteng yang megah ini tinggal cerita dimakan usia. Paling mengesankan disini ada nilai-nilai perjuangan akan bangsa jadi mohonlah ada perbaikan," beber Yudha.

Pernyataan salah satu pelancong ini memang bukan tanpa alasan. Akan tetapi pihak Pemkab Ngawi sendiri sebenarnya sudah 'ngotot' melakukan intervensi ke pemerintah pusat supaya aset sejarah di Kota Ngawi bisa terselamatkan dari kelapukan. Seperti yang disampaikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang pihaknya berharap ada angin segar terkait perjanjian kerjasama (PKS) dengan TNI segera deal.

Kanang pun terus berusaha memberikan informasi detail sesuai tata ruangnya dari bangunan heritage Benteng Pendem kepada pihak kementerian maupun  Presiden Jokowi. Ia mengaku khawatir jika tidak segera intervensi ke pemerintah pusat keberadaan bangunan bersejarah yang berada di dalam Kota Ngawi itu bakal hilang.

Disamping itu ujar Kanang, keinginan untuk merestorasi keberadaan benteng dilakukan dengan berbagai terobosan seperti melakukan MoU dengan TNI khususnya dari Divif 2 Kostrad Malang. Pun, draf sudah dimasukan hanya saja terkendala soal perjanjian kerjasama (PKS) hingga kini belum clear. Soal isi kerjasama yang dibangun tandasnya, memang menyangkut hak dan kewajiban bagaimana mengelola Benteng Pendem baik TNI sendiri demikian juga pemerintah daerah.

“Jadi sebenarnya kerjasama itu menyangkut hak dan kewajiban masing-masing seperti apa sharingnya. Soal kendala sebenarnya hanya waktu saja,” ulas Kanang. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: