Friday, March 23, 2018

Cari Jati Diri, SMKN 1 Gerih Olah Kreatif Lewat Seni Kerawitan Jawa


SiagaNews || Nasib generasi bangsa di masa depan ditentukan oleh kondisi mental, moral, spiritual si generasi penerusnya itu sendiri. Krisis multi dimensi yang melanda bangsa ini telah memberikan wacana baru untuk menyiapkan sebuah langkah yang strategis dan terarah dengan caranya termasuk pendidikan karakter melalui seni budaya seperti di SMKN 1 Gerih masuk wilayah Kecamatan Gerih, Ngawi, Jawa Timur. 

Disalah satu sekolah kejuruan ini dalam beberapa bulan terakhir menyajikan satu kebudayaan yang khas khususnya melalui seni Kerawitan Jawa dengan mengusung paguyuban seni ‘Mudho Iromo’ dipimpin langsung Eko Setiyono selaku kepala SMKN 1 Gerih. Menurutnya, paguyuban seni kerawitan Jawa yang ada disekolahnya memang terbilang seumur jagung yakni baru berjalan sekitar 3-4 bulan lamanya.

“Paguyuban seni kerawitan Mudho Iromo memang baru terbentuk sekitar tiga bulan lalu. Dan kemuculan ini justru dari inisiatif dari para siswa jadi kita tinggal mendorongnya,” terang Eko Setiyono Kepala SMKN 1 Gerih, Jum’at (23/03).

Ia akui pada awal berdirinya semua alat musik yang terdiri seperangkat gamelan terpaksa harus pinjam ke pihak lain dan itu pun dengan waktu sangat terbatas dalam hal berlatih. Tentunya jam latihan sama sekali tidak maksimal. Tidak kepengen berhenti ditengah jalan sekolah kejuruan yang berada di Dusun Kayut, Desa Guyung, Kecamatan Gerih terpaksa beli sendiri semua alat musik gamelan meskipun terbilang sangat sederhana.

Dengan peralatan terbatas tidak menyurutkan untuk berolah seni kerawitan dibawah asuhan atau pelatih Sudarno ini. Terbukti dalam beberapa waktu lalu paguyuban seni kerawitan Mudho Iromo yang digawangi sekitar 15 siswa SMKN 1 Gerih sudah masuk live musik di RRI Madiun. Bahkan pasca itu langsung banjir ‘job’ untuk manggung di event lainya seperti di Monumen Kresek Madiun dalam waktu dekat ini.

“Soal kerawitan Jawa disekolah kejuruan sini (SMKN 1 Gerih-red) satu-satunya SMKN yang di wilayah Ngawi yang ada paguyuban seni kerawitanya. Meski secara manajemen pendidikan SMKN dibawah naungan pemerintah propinsi kalau bisa pihak daerah terutama dinas terkait untuk mensuport agar paguyuban seni di sekolah sini terus berkembang dan berdaya saing,” ujar Eko Setiyono. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: