Tuesday, March 20, 2018

Embat Baterei Tower Pasutri Disikat Polisi


SiagaNews || Polisi bertindak cepat mengungkap kasus pencurian baterei tower milik perangkat BTS MSAN MRE Telkom di Dusun Gemarang Barat, Desa Watualang, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi yang terjadi pada pukul 12.45 WIB , Senin kemarin (19/03). Terbukti petugas Satreskrim Polres Ngawi hanya membutuhkan waktu kurang dari 12 jam langsung melakukan penyergapan terhadap pasangan suami istri (pasutri) yang disinyalir sebagai pelaku pencurian 7 baterei tower tersebut.

Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AP (31) pria Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasargi, Kota Bandung, Jabar. Dan istrinya berinisial DM (29) perempuan asal Kelurahan Pinangranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Dari tangan kedua terduga pelaku polisi mengamankan satu unit mobil Suzuki R3 nopol B 2243 TOZ, 7 buah baterei, uang tunai Rp 1,2 juta dan satu unit obeng.

"Terungkapnya kasus pencurian baterei tersebut setelah dijual ke tukang rosok. Dan hasil dari penjualan itu katanya untuk uang saku kembali ke Bandung," terang Kasubbag Humas Polres Ngawi AKP ES Martono, Selasa (20/03).

Tuturnya, aksi nekat yang dilakukan pasutri itu sendiri dengan dalih kehabisan uang transport. Sehingga niatan untuk mencuri batu baterei tower langsung timbul. Dari pengakuan keduanya baru dilakukan sekali itu untuk kasus yang sama. Namun pihak polisi pun tidak serta merta percaya terhadap pengakuan AP dan istrinya DM. Tandas AKP ES Martono pihaknya terus menginterogasi pasutri tersebut guna mengungkap kasus lainya.

"Kalau pengakuanya memang baru sekali tetapi kita tidak mempercayai begitu saja. Dan sekarang ini terus kita periksa sampai tuntas," bebernya.

Mengingat cara kedua pelaku terbilang profesional dengan hanya bermodalkan obeng mampu menjebol pintu tower dan membawa kabur baterei. Untuk AP polisi menerapkan Pasal 363 Ayat 1 ke 5 e KUHP dan DM dijerat dengan Pasal 480 ke 2 e KUHP dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun dan empat tahun. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: