Tuesday, March 27, 2018

Hari TB Sedunia Ngawi Punya Cara Lewat Pengobatan Gratis


SiagaNews || Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) tahun 2018 untuk wilayah Ngawi, Jawa Timur sengaja dipusatkan di Puskesmas Teguhan Kecamatan Paron. Agenda tahunan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi tersebut dilakukan melalui pengobatan gratis melibatkan puluhan tenaga medis.

Untuk merangsang warga peduli dengan penyakit tuberkulosis (TB) atau berobat gratis dilokasi kegiatan pihak Dinkes Ngawi menyediakan semacam  doorprize/hadiah. Peringatan HTBS yang dihadiri Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang sengaja disediakan 6 kambing dan puluhan ayam kampung.

Terkait dengan puncak HTBS, Jaswadi Kasi P3M Dinkes Ngawi mengatakan terpilihnya lokasi kegiatan di Puskesmas Teguhan sangat beralasan. Dari hasil evaluasi dan monitoring diketahui penderita TB di Kabupaten Ngawi terbanyak ada di wilayah Puskesmas Teguhan. Yakni 50 penderita TB di Kecamatan Paron 75 persen pasienya berada di naungan Puskesmas Teguhan dimana angka penderita itu total dari 850 penderita TB yang tersebar di 24 wilayah Puskesmas se-Ngawi.

"Dari hasil evaluasi yang kita lakukan selama ini memang di wilayah Puskesmas Teguhan penderitanya terbanyak. Alasan itulah yang menjadikan kita untuk memilih lokasi," terang Jaswadi Kasi P3M Dinkes Ngawi, Selasa (27/03).

Dijelaskan, keberadaan penyakit TB sebagai salah satu penyakit mematikan dan menular dengan tingkat kematian penderita sangat tinggi. Dan Dinkes Ngawi pun berusaha melakukan usaha pencegahan terhadap penyakit TB melalui langkah preventif demikian juga sosialisasi langsung ke masyarakat. Mengingat target eliminasi bebas TB nasional tahun 2050 dan bebas TB untuk Ngawi tahun 2035.

Namun diakui Jaswadi, di Ngawi capaian deteksi dini penyakit TB relatif kecil baru mencapai 34 persen dibanding target 70 persen yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Faktor lambatnya deteksi dini penyakit TB memang sulit butuh diagnosa lama dari pasien. Meski demikian pihaknya optimis dengan gerakan aksi darah yang dimotori Gubernur Jatim dan Bupati Ngawi bisa memberikan satu solusi menambah target deteksi dini terhadap penyakit TB untuk kedepanya.

Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono menegaskan, mengingat dari tingkat bahayanya penyakit TB pihaknya sudah memberikan warning untuk Dinkes Ngawi agar lebih aktif lagi melakukan deteksi dini. Akan tetapi Kanang demikian sapaan akrabya Bupati Ngawi capaian deteksi dini penyakit TB dan langkah eliminasinya dibutuhkan daya dukung semua pihak. Layanan medis baik Puskesmas maupun lainya agar lebih membuka ruang konsultasi kesehatan terhadap penyakit TB.

"Adanya penyakit tuberkulosis kita akui sesuai rekam medisnya memang salah satu penyakit mematikan. Kita perlukan daya dukung dari semua stakeholder untuk melakukan pemberantasan dan kita apresiasi positif langkah pencegahan yang dilakukan Dinkes Ngawi selama ini," pungkas Bupati Ngawi. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: