Wednesday, March 21, 2018

Lewat Heru Satpol PP Ngawi Mengganas PKL Di Oprak


SiagaNews || Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di dalam Kota Ngawi mulai diplototi petugas trantib atau Satpol PP daerah setempat. Pasalnya mereka terkesan seenaknya beroperasi menjual daganganya tanpa mentaati peraturan yang ada.

Tidak mau di cap ‘mlempem’ dibawah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Ngawi Eko Heru Tjahjono langsung ambil tindakan tegas. Kali ini puluhan petugas trantib melakukan penertiban terhadap PKL yang beroperasi di kawasan pedestrian maupun area khusus di dalam kota.

“Tindakan represif tidak serta merta tanpa melalui tahapan. Sebelumnya para PKL yang berjualan di dalam kota untuk tidak menjajakan daganganya di lokasi yang dilarang dan itu sudah kita kasih surat tegoran. Karena mereka tidak memperdulikan terpaksa kita tertibkan seperti yang terlihat saat ini,” terang Heru sapaan akrab dari Kasatpol PP Ngawi, Selasa (20/03).

Kata Heru tindakan represif tersebut mendasar aturan main seperti Perda Nomor 01 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum, Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah serta Perbup Kabupaten Ngawi Nomor 50 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja type A.

“Jadi jangan sampai ada kesan ngawur kita melakukan penertiban itu sebab jelas payung hukumnya. Apalagi untuk saat ini tim Adipura tengah melakukan penilaian di Kota Ngawi tentu menjadi harapan bersama mari kita berbudaya tertib demi terwujudnya Piala Adipura,” bebernya.

Tidak sebatas itu pungkasnya, selaku petugas trantib pihaknya juga mengincar tempat karaoke bodong yang selama ini masih nekat beroperasi meskipun berulangkali mendapat tegoran tertulis. Demikian juga keberadaan tempat prostitusi atau esek-esek yang terindikasi masih beroperasi di salah satu wilayah Ngawi meski tahun 2017 lalu sudah dilakukan penutupan.

“Sudah kita lakukan pemetaan secara valid mana saja titik yang bakal kita operasi. Jadi jangan sampai coba-coba melanggar aturan kalau tidak kepengen ditertibkan,” jelas Heru. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: