Monday, March 26, 2018

Peggy : Menuju Atlet Berprestasi Siap Tanding Melalui Coaching Clinic


SiagaNews || Sudah seringkali kecolongan terhadap sistem pembinaan atlet dalam cabang olahraga tertentu menuju prestasi. Akibatnya apa yang dituju sesuai konteknya prestasi tidak jarang lepas dari tangan karena banyaknya faktor yang tidak dipahami coach/pelatih dan official terhadap para atlet yang dibinanya. Istilah ‘kecolongan’ yang dimaksudkan diatas bukan tanpa dasar seperti yang disampaikan Peggy Yudho yang tidak lain Kabid Olahraga Disparpora Kabupaten Ngawi ini.

Menurutnya, di Kabupaten Ngawi berbagai macam fasilitas olahraga, sarana dan prasarana sesuai cabangnya maupun bibit atlet sudah terpenuhi bahkan bisa dibilang lebih dari cukup. Alhasil, prestasi yang ditorehkan dari berbagai kecabangan olahraga itu sendiri dalam semua event level daerah maupun nasional terkesan masih jalan ditempat atau prestasinya kurang memuaskan. Peggy demikian sapaan akrabnya, sekarang ini perlu hadirnyacoaching clinic atau pelatih ahli untuk mewujudkan prestasi.

“Bicara olahraga dengan segala cabangnya harus dibarengi dengan pemahaman yang khusus jika menginginkan prestasi. Maka dari itu hadirnya coaching clinic atau pelatih ahli sangat dibutuhkan untuk semua cabang olahraga terutama yang berkaitan dengan body contact,” terang Peggy Yudho, Minggu (25/03).

Bebernya, keberadaan coaching clinic akan mampu menjawab semua kekurangan pada atlet maupun sistim manajemen penerapanya pada suatu tim. Sehingga outputnya adanya perbaikan disemua lini baik dari faktor atlet, kesiapan pelatih maupun teknis latihan dan polanya. Dia mengaku cabang olahraga yang prestasinya menonjol di wilayah Kabupaten Ngawi memang banyak dihasilkan dari event yang digelar. Tentu keberadaanya harus diperhatikan dan ditingkatkan dengan menghadirkan coaching clinic.

“Kita harus berani melakukan inovasi total untuk mencetak atlet berprestasi dalam ajang apapun terutama pada tingkat nasional. Jadi semua kekurangan sebelumnya harus dikoreksi seperti apa dan pada akhirnya hasil evaluasi ini bisa bermuara pada prestasi. Tentu semuanya itu yang bisa menginisiasi dan merealisasikan melalui dan hadirnya coaching clinic,” ulas Peggy.

Ulasnya, semua tujuan itu akan dicapai (prestasi-red) memang perlu adanya daya dukung dari semua stakeholder dan tidak menutup ruang dari Pemkab Ngawi sendiri. Sebagaimana amanat dari UU Nomor 03 Tahun 2005 tentang Sistim Keolahragaan Nasional khususnya Pasal 27 Ayat 4 yang mengatakan ‘Pembinaan Pengembangan olahraga prestasi dilaksanakan dengan memberdayakan perkumpulan olahraga, menumbuhkembangkan pembinaan olahraga yang bersifat nasional dan daerah serta menyelenggarakan kompetisi secara berjenjang dan berkelanjutan’.

“Sekarang ini kita memulai melakukan komunikasi intens dengan semua cabang olahraga yang ada di Ngawi ini. Langkah ini merupakan terobosan secara komperhenship dan terbuka yang kedepanya bisa menjawab semuanya khususnya bicara prestasi,” ungkapnya.

Pungkas Peggy, diakui atau tidak pola lama dalam pendidikan atlet atau sistim cara mendidik atlet belum terstruktur dengan baik dan masih terkesan acak-acakan. Maka dari itu untuk cabang-cabang olahraga yang sering mendulang prestasi seperti tinju, wushu, karate dan pencak silat harus dimaksimalkan lagi dengan melibatkan coaching clinic. Apalagi Peggy mengaku bagi setiap atlet berprestasi pihaknya akan mengusahakan untuk diberikan reward khusus seperti program pendidikan akademis S1.

“Sekarang sudah saatnya keluar dari semua problem dan mencetak atlet yang lebih baik dari sebelumnya. Tinggalkan pola lama dengan menyesuaikan paradigma baru tentu semua itu akan dijawab dengan hadirnya coaching clinic,” jelas Peggy Yudho. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: