Thursday, March 15, 2018

Ridho Ungkap Sisi Lain Dibalik Meja Kerja Komisioner KPU Kabupaten Ngawi


SiagaNews || Bagi publik Ngawi, Jawa Timur apalagi mereka yang berkutat didunia politik mungkin tidak begitu asing dengan kehadiran akan sosok Aman Ridho Hidayat yang sering disapa Ridho ini. Iya, dengan karakter bersahaja dihadapan wartawan Ridho sedikit berbagi pengalaman tentang kehidupanya sebagai anggota Komisioner KPU Kabupaten Ngawi sejak 2014 lalu.

Ia mengaku sedikitpun tidak merasa terbebani dengan target kerja setumpuk di kantornya KPU Kabupaten Ngawi yang ada di Jalan Untung Suropati. Pria 40 tahun atau tepatnya dilahirkan 29 Maret 1978 di Dusun Sukorejo, Desa/Kecamatan Paron, Ngawi ini mengaku cukup tertantang dengan sederet pekerjaan yang berkutat dilembaga pelaksana pemilu selama ini.

Dalam karirnya dilembaga pemilu yang ia maksud kata Ridho diawali sebagai anggota Panwaslu Kabupaten Ngawi era 2012 dan terus berlanjut menjadi Ketua Panwas Kabupaten Ngawi pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Suara hati untuk mengabdikan diri sebagai orang dilembaga pemilu terus terpanggil. Terbukti, dengan niat ikhlas Ridho dipercaya sekaligus lolos sebagai anggota Komisioner KPU Kabupaten Ngawi tahun 201 melalui beberapa tahapan seleksi saat itu.

“Selama menjadi anggota komisioner divisi keuangan, umum dan logistik di KPU Kabupaten Ngawi ini saya cukup nyaman dalam menjalankan semua pekerjaan dalam keseharianya. Meskipun seperti yang terlihat sendiri memang cukup sibuk jelang Pilgub Jatim 2018 dan terlebih fokus saya dalam pengadaan APK dan APS,” beber Ridho, Kamis (15/03).

Ujarnya, dalam menjalankan semua pekerjaan kantor ia bersama seluruh staf selalu mengedepankan koordinasi intens dengan didasari sebuah kebersamaan sebagai satu teamworks. Bahkan, komunikasi ‘apik’ yang berhasil ia bangun selama ini pun sudah mendarah daging bak keluarga kecil di kantor KPU Kabupaten Ngawi.

“Iya santai-santai saja yang terpenting kita semua disini fokus pada pekerjaan sesuai tupoksinya masing-masing. Sejak dulu kita membangun sebuah kebersamaan antara satu sama lain di kantor ini. Jika ada pekerjaan yang mungkin terlambat iya kita koordinasikan bersama itu saja,” ujarnya.

Kata Ridho, sepadatnya pekerjaan yang dikerjakan tidak menyurutkan untuk berbakti lebih maupun berinteraksi sosial dengan keluarga dan lingkungan masyarakatnya disekitar tempat tinggalnya sekarang ini tepatnya di Desa Watualang, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi. Sejak berumah tangga pada 2005 ia mencoba mendedikasikan ilmunya dilingkungan tempat tinggalnya bersama Ummu Hanik istrinya.

Mulai 2006 Ridho mendirikan TPA Amal Qur’ani dirumahnya sendiri dengan bekal terbatas baik tenaga pendidik maupun ruang belajar dan jumlah peserta didik yang terdiri anak-anak seusia TK/SD. Dengan kesabaran penuh sekarang ini apa yang dipikirkan terwujud menyusul TPA Qur’ani makin berkembang dengan mengadopsi sekitar 30 santri kecil dengan dibantu 2 orang Ustadah.

“Untuk kegiatan dirumah alhamdulillah sekarang ini keberadaan TPA Qur’ani yang saya kelola bersama istri berjalan sesuai harapanya. Tentu menjadi satu motivasi saya dalam bekerja dan mendarmabhaktikan sebagai anggota komisioner di KPU Kabupaten Ngawi,” tutup Ridho. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: