Friday, March 16, 2018

Ternyata HT Sebagai Bandar Sabu-Sabu Sudah Dua Tahun, Begini Caranya


SiagaNews || Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Ngawi akhirnya berhasil membongkar jaringan narkoba jenis sabu-sabu diwilayah hukumnya yang selama ini terbilang kedap dari informasi. Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid kepada sejumlah wartawan melalui press release menjelaskan, pengungkapan kasus sabu-sabu tersebut setelah polisi berhasil menangkap terlebih dahulu AG (40) warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi Kota pada Rabu 7 Maret 2018 lalu.


Dari tangan AG inilah polisi menyita barang bukti yang diduga sebagai sabu-sabu seberat 0,44 gram. Polisi pun terus melakukan penyelidikan secara intens dengan meminta keterangan dari AG lebih detail lagi. Setelah dirasa cukup informasi, tanpa membutuhkan waktu polisi langsung membekuk HT (40) pria asal Jalan Panjaitan tepatnya masuk Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi Kota. Dan polisi berhasil mengamankan barang bukti yang disinyalir sabu-sabu seberat 1,93 gram dalam kemasan 6 paket kecil.


“Dengan penangkapan AG ini kita terus interogasi ternyata yang bersangkutan hanya sebagai pengantar dan kategori pemakai. Setelah AG kita periksa terus kita berhasil menangkap bandarnya yang berinisial HT tadi,” terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Jum’at (16/03).


Bebernya, dari pengakuan HT barang daganganya itu didapat dari seseorang yang berdomisili di wilayah Jawa Tengah dengan cara memesan via telepon. Setelah ada kepastian, barang langsung dikirim ke tangan HT melalui seorang kurir. Untuk menerima barang sabu-sabu itu sendiri lokasi maupun waktu pertemuan antara HT dan  kurir sengaja terus dirubah untuk mengelabui petugas.


“Modusnya dengan cara memesan lewat telepon dan lokasi pengiriman melalui kurir diubah-ubah termasuk waktunya. Kadang bisa didepan GOR juga di depan stadion dan itu bisa siang maupun malam,” ungkapnya.


Kemudian, HT mendapatkan sabu-sabu per satu gramnya seharga Rp 1.350.000 dan dipecah lagi menjadi 5 paket kecil. Dimana setiap paket kecil oleh HT dijual lagi seharga Rp 400 ribu dan keuntungan setiap paket Rp 650 ribu plus dipakai sendiri. Pungkasnya, akan terus memburu pelaku penyalahgunaan narkoba berbagai jenis diwilayah hukumnya tanpa mengenal ampun. Mengingat apapun alasanya narkoba mampu menghancurkan moral generasi penerus. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: