Monday, April 16, 2018

Konfercab IX PCNU Ngawi Harus Mampu Menjawab Persoalan Jamiyah Nahdliyin

SiagaNews || Sesuai dengan AD/ART Nahdlatul Ulama (NU) keberadaan konferensi cabang (Konfercab) menjadi permusyawaratan tertinggi ditingkat cabang NU untuk menentukan kepengurusan maupun pokok-pokok program dalam kurun waktu 5 tahun. Seperti Konfercab IX PCNU Kabupaten Ngawi yang digelar di Ponpes Syekh Sholaubina Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi, Minggu, (15/04). 

Dari hasil permusyawaratan tersebut harus mampu melahirkan kepengurusan yang amanah. Serta bisa  memutuskan program pokok sesuai usulan dari pengurus cabang, MWC dan kepengurusan ranting se-Kabupaten Ngawi. Tidak sebatas itu, segala usulan yang disampaikan badan otonom NU serta kalangan ponpes demikian juga dari semua tokoh masyarakat dan warga nahdliyin harus direalisasikan secara baik demi kemaslahatan umat.

Hal seperti itulah yang disampaikan Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Abdul Mat8n Djawahir. Ditegaskan, dalam struktur kepengurusan PCNU Kabupaten Ngawi masa khidmat 2018-2023 harus semaksimal mungkin menggali semua potensi besar khususnya menyebarluaskan program NU yang berorientasi ibadah maupun nilai-nilai spiritualitas yang ada. Tidak kalah penting ungkap KH. Abdul Matin Djawahir terlepas siapa yang mendapatkan amanah sebagai Ketua PCNU Kabupaten Ngawi secara komperhenship wajib meningkatkan kwalitas SDM bagi kalangan generasi muda NU.

"Konfercab seperti ini bukan sekedar urusanya dengan organisasi tapi meneruskan perjuangan para ulama. Maka kalau tidak hati-hati sangat berbahaya dan jangan sampai minta-minta akan amanah itu untuk jadi pengurus," terang KH. Abdul Matin Djawahir, Minggu (15/04).

Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang didampingi Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta muara dari konfercab bisa memperkokoh tali silaturahmi kalangan nahdliyin demikian juga antar umat beragama. Terlebih keberadaan NU sebagai organisasi keagamaan terbesar sekaligus mempunyai andil besar dalam menata kehidupan bernegara dalam cakupan NKRI sejak awal kemerdekaan. Selain itu keberadaan struktur kepengurusan PCNU Kabupaten Ngawi yang baru nantinya bisa menginisiasikan visi NU bagian dari gerakan Aswaja.

"Kesempatan yang baik dalam konfercab kali ini harus memutuskan program sesuai garis besar NU yang ada sesuai hasil dari evaluasi. Apapun hasilnya dari konfercab harus diterima dan ditindaklanjuti jangan sampai ada sesuatu hal yang berdampak negatif pada kebesaran NU ini," pungkas Bupati Ngawi Budi Sulistyono. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: