Thursday, April 26, 2018

Minta Jaminan Pasar Stabil Petani Tembakau Ngawi Dukung Puti


SiagaNews || Ribuan petani tembakau di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang tergabung di Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) minta jaminan pasar tembakau harus jelas dan transparan. Jangan sampai produksi tembakau yang dihasilkan petani menyangkut harga dipermainkan para cukong. Mengingat skala nasional cukai dari hasil tembakau terhitung tahun 2017 saja mencapai angka Rp 1,4 triliun yang dikonstribusikan lewat pos APBN.

Sayangnya dengan nilai fantastis dana hasil cukai tersebut belum sebanding dengan kesejahteraan yang dirasakan para petani tembakau sendiri. Untuk itu Sojo Ketua APTI Kabupaten Ngawi minta pemerintah untuk memberikan payung hukum maupun regulasi yang jelas kepada petani tembakau. Mengingat diwilayah Ngawi jumlah petani tembakau lebih dari 2 ribu orang dengan sebaran di 5 wilayah kecamatan seperti Karangjati, Pangkur, Padas, Bringin dan Paron. Dari jumlah itu luasan area tembakau mencapai 250 ribu hektar dengan hasil produksi pertahun sekitar 4 ribu lebih ton tembakau.

"Melihat potensi tembakau di Ngawi ini cukup besar. Dengan alasan itulah kami minta jaminan pasar yang stabil untuk harga tembakau. Dari harapan inilah kepada Mbak Puti bisa menjebatani semua kendala yang dialami para petani tembakau khususnya dari Ngawi," ungkap Sojo Ketua APTI Kabupaten Ngawi, Kamis (26/04).

Ia memastikan akan sepenuhnya mendukung kehadiran Puti Guntur mendampingi Gus Ipul dengan nomor urut 2 merebutkan kursi prestisius melalui Pilgub Jawa Timur 2018. Alasan lain beber Sojo, nasib petani tembakau harus diperhatikan jangan sampai pemerintah melakukan impor tembakau tanpa melihat sisi lain kwalitas tembakau lokal. Padahal jika ada pembinaan yang terstruktur dengan baik secara kompetitif keberadaan tembakau lokal kwalitasnya akan sejajar dengan tembakau impor.

Ulasnya lagi, APTI Kabupaten Ngawi meminta kepada pemerintah propinsi Jawa Timur untuk mengambil langkah kongkrit menyangkut regulasi tembakau dalam negeri. Seperti dari pengalaman studi banding ke Nusa Tenggara Barat (NTB) selama ini keberadaan petani tembakau di propinsi tersebut terproteksi dengan Perda dan Pergub. Kalau di NTB berhasil menginisiasikan aturan langsung menuju kesejahteraan petani tembakau maka ia yakin untuk Jawa Timur lima tahun kedepan harus memberikan regulasi jelas sama halnya di NTB.

"Di NTB sana ada Perda dan Pergub bahkan petani tembakau sendiri ada semacam forum melalui training farmer center untuk menampung semua kendala yang dihadapi petani tembakau. Masa Jawa Timur tidak bisa, makanya apapun alasanya Mbak Puti harus kita dukung agar bisa merealisasikan seperti yang diharapkan," cetus Sojo. (pr/n)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: