Monday, April 30, 2018

Pesan Aqil Siradj Didepan Ribuan Jamaah Mapolres Ngawi

SiagaNews || Menurut Ketua PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siradj kehidupan berdemokrasi menjadikan soko guru dalam kehidupan bernegara. Sehingga sangat disayangkan jika setiap momentum pesta demokrasi ada pihak yang sengaja mengadu domba dengan menebar kebencian satu sama lain. 

Dalam tausiyahnya didepan jamaah pengajian akbar Polres Ngawi, Minggu (29/04), semua umat tidak lain adalah saudara baik muslim maupun non muslim demikian juga suku apapun. Pada hakikatnya Islam mengajarkan, untuk mempererat tali silaturahmi, menebar kebaikan, menjauhkan hawa nafsu dan terpenting jangan sampai 'rumongso bener'. 

"Islam selalu mengajarkan tentang kebaikan tanpa melukai satu sama lain. Terlebih sekarang ini banyak orang mengatakan tentang jihad. Padahal jihad hukumnya fardhu kifayah mengajak orang lain lebih beriman, menjaga kedamaian bukan sebaliknya," demikian cuplikan tausiyah Prof Dr KH Said Aqil Siradj. 

 Ia pun berpesan kepada warga masyarakat Jawa Timur termasuk Ngawi untuk tidak terprovokasi isu apapun jelang Pilgub. Maka dilandasi dengan rasa kebersamaan pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 akan penuh damai, bermartabat dan berbudaya. Tentunya pada pelaksanaan nanti akan berjalan sesuai asas demokrasi langsung bebas dan rahasia. 

Terkait pengajian akbar yang digelar dengan menghadirkan seniman sholawat Polwan Polres Ngawi sebagai satu bagian menguatkan program pemberantasan buta baca Al Quran lewat inisiator Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu. Pada kesempatan yang sama jelang Pilgub Jatim 2p18 juga dilakukan deklarasi anti berita hoax dan intoleransi yang dapat merusak makna dan filosofi demokrasi itu sendiri. (pr)

SHARE THIS

Author:

0 komentar: