Wednesday, April 25, 2018

Sikat Arak Jowo, Polres Ngawi Gandeng Birokrasi


SiagaNews || Memang serba dilema kehadiran produksi minuman keras (miras) jenis arak jowo diwilayah Ngawi, Jawa Timur. Apalagi kehadiran produksi salah satu jenis miras itu sudah dilakukan secara turun temurun dan tercatat mulai dilakukan sejak era kolonial Belanda sekitar tahun 1920. Bahkan hadirnya produksi miras jenis arak jowo ini menjadi mata pencaharian warga baik di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi Kota maupun di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren.

Meski demikian tidak menyurutkan aparat penegak hukum khususnya kepolisian untuk melakukan penindakan. Kali ini Polres Ngawi menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan lintas birokrasi pemerintahan untuk melakukan pemberantasan produksi dan peredaran miras jenis arak jowo di wilayah Ngawi. Pada kesempatan tersebut Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengundang Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, bersama dinas terkait dan seluruh warga selaku produsen miras jenis arak jowo dari dua desa.

"Tujuanya tidak lain untuk memberantas produksi miras arak jowo ini. Mengingat apapun alasanya kehadiran miras membahayakan kesehatan dan sudah banyak jatuh korban. Untuk itu akan kami lakukan penindakan," terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Rabu (25/04).

Tegasnya, sesuai kesepakatan dengan warga selaku produsen miras dari dua desa akan menghentikan aktivitasnya dalam waktu satu minggu kedepan. Namun apabila dalam kurun waktu yang sudah ditentukan itu tidak mengindahkan maka akan dilakukan tindakan preventif atau tindakan tegas. Untuk memastikan tidak ada lagi kegiatan produksi miras akan dibentuk tim gabungan yang terdiri Polres Ngawi, Satpol PP dan Kodim 0805 Ngawi. Selain itu guna mempertegas tindakan pemberantasan Kapolres Ngawi mengeluarkan 6 maklumat tentang larangan produksi dan peredaran miras di wilayah Ngawi.

"Ada beberapa kesepakatan dalam rakor tadi yang terkait langsung pemberantasan dan larangan peredaran miras. Dan pihak Pemkab Ngawi akan mencarikan solusinya seperti keberadaan arak jowo ini bakal dimanfaatkan untuk kepentingan medis dan kosmetik," pungkas AKBP MB. Pranatal Hutajulu. (pr/n)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: