Tuesday, May 8, 2018

Operasi Patuh Semeru 2018 Kasatlantas Polres Ngawi Pertegas Tujuh Atensi Keselamatan


SiagaNews || Melalui Operasi Patuh Semeru 2018 Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin mempertegas kembali tujuh atensi keselamatan lalu-lintas sesuai instruksi Korlantas Polri. Ketujuh atensi yang sekaligus menjadi bagian dari gerakan Aksi Dekade Keselamatan antara lain, tidak menggunakan helm, safety belt, speed atau kecepatan, child restrain dalam posisi penempatan anak berkeselamatan, penggunaan handphone dan melawan arus.

“Kami menegaskan kembali tujuh atensi keselamatan sebagaimana amanah Korlantas Mabes Polri melalui operasi lalu-lintas yang melibatkan petugas gabungan seperti sekarang ini. Pada poinya kami berupaya terus meningkatkan keamanan berlalu-lintas. Baik di jalan maupun kendaraan yang digunakan serta mengatasi persepsi dan perilaku yang berisiko oleh pengguna jalan,” tegas Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin, Selasa (08/05).

Ungkapnya, kepada semua warga masyarakat selaku pengguna jalan baik dengan memanfaatkan kendaraan sepeda motor maupun mobil untuk senantiasa mentaati semua peraturan lalu-lintas termasuk tidak melanggar yang termaktub didalam tujuh atensi keselamatan. Sedangkan terkait Operasi Patuh Semeru 2018 memasuki hari ketigabelas sengaja melibatkan petugas gabungan baik dari internal Satlantas Polres Ngawi, Subdenpom V/1-2 Ngawi, Dispenda Pemrov Jatim, Kejari, Pengadilan Negeri dan Dinas Perhubungan.

Dalam operasi gabungan dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2018 yang digelar selama 14 hari mulai 26 April-09 Mei 2018 memasuki hari ketigabelas ini berhasil menjaring sekitar 2.500 pelanggar. Namun pada pelaksanaan operasi yang digelar didepan Stadion Ketonggo tepatnya Jalan Ahmad Yani Ngawi mulai pukul 08.00 WIB-09.30 WIB pada Selasa 08 Mei 2018 tercatat ada 251 pelanggar yang terjaring petugas.

“Rata-rata yang terjaring operasi tadi mereka melanggar potensi laka contoh tidak memakai helm dan safety belt. Dan sangat disayangkan sekali ada beberapa pelanggar khususnya pengendara sepeda motor membonceng anaknya tanpa dilengkapi helm. Bagi yang terjaring pada razia kali ini langsung menjalani sidang ditempat,” terang AKP Rukimin.

Pungkasnya, Operasi Patuh Semeru 2018 ini adalah operasi yang mengedepankan penindakan. Pada dasarnya operasi yang digelar bertujuan untuk menekan tingginya kasus kecelakaan lalu lintas yang dimulai dari pelanggaran. AKP Rukimin berharap di tahun 2018 ini jumlah pelanggaran bisa ditekan lagi sehingga angka kecelakaan lalu-lintas di wilayah Ngawi bisa diminimalisir.

Ditempat yang sama dengan operasi lalu-lintas yang dilakukan petugas gabungan dibawah komando Satlantas Polres Ngawi mendapat apresiasi positif dari warga masyarakat selaku pengguna jalan. Seperti Eni S seorang pengendara sepeda motor asal Kecamatan Paron, Ngawi, dirinya merasa operasi penindakan memang harus dilakukan dengan tegas mengingat kasus kecelakaan berawal dari pelanggaran yang tidak jarang korbanya meninggal.

“Upaya yang dilakukan khususnya kepolisian ini sangat baik dan itu perlu dilakukan secara terus menerus. Jangan sampai menjadi korban lalu-lintas yang jusru merugikan pihak lain dan dirinya sendiri,” tutu Eny S. (en-p)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: