Sunday, June 10, 2018

Antsipasi Ancaman Teroris Kapolri Terapkan Bagi Sistem Bagi Anggota


SiagaNews || Dalam pengamanan arus mudik maupun balik lebaran 2018 setiap personel kepolisian diwajibkan mewaspadai terhadap ancaman terorisme. Mengingat polisi menjadi salah satu sasaran target aksi terorisme sehingga keberadaan personel dilapangan harus siaga penuh dari situasi sekitar mereka berjaga.

Dengan alasan inilah Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat jumpa pers di rest area kilometer 575 Ngawi, Jawa Timur, menerapkan bagi sistem terhadap anggotanya. Dimana sistem ini setiap personel kepolisian yang tidak bersenjata akan dikawal rekanya yang bersenjata ketika melakukan penjagaan di pos pengamanan arus mudik lebaran.

"Kita terapkan bagi sistem sehingga satu polisi bersenjata menjaga rekanya yang tidak bersenjata," terang Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Minggu, (10/06).

Dijelaskan, meski ancaman menurun akan tetapi tetap waspada mengingat sekarang posisi 'anti' dengan teroris. Bagi sistem sudah berjalan dengan baik seperti terlihat di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara pasca tragedi bom Surabaya yang dilakukan oleh terduga teroris dari kelompok Jamaah Anshorud Daulah (JAD) telah tewas 14 orang pelaku.

Sedangkan yang tertangkap oleh Densus Anti Teror 88 sebanyak 46 orang terduga teroris dari berbagai wilayah. Namun jumlah terbesar dari para terduga teroris ada 41 orang diantaranya tertangkap di Jawa Timur. Untuk itu kepada semua jajaran Kapolda hingga Kapolres perlu mewaspadai gerakan yang mengarah ke aksi terorisme.

"Bagi Kapolda dan jajaranya sudah tahu sistem yang harus dijalankan untuk mencegah aksi terorisme. Selain itu pengamanan tetap kita lakukan secara ketat pada obyek-obyek vital," ulas Jenderal Tito Karnavian. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: