Monday, July 23, 2018

DPMD Ngawi Warning Keras Penggunaan DD Dan ADD 2018

SiagaNews || Realisasi tahun anggaran 2018, Kabul Tunggul Winarno Kepala Dinas Pemberdayaan, Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi mengingatkan dengan keras para kepala desa (kades) agar menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa(AD) secara tepat sasaran dan memenuhi prosedur yang berlaku. Arahan Kabul ini disampaikan langsung diruang kerjanya saat menanggapi pertanyaaan wartawan terkait potensi realisasi penyelewengan ADD maupun DD yang mengucur ke 213 desa se-Kabupaten Ngawi.

 “Saya warning agar pelaksanaannya betul-betul tepat sasaran dan tidak keluar dari ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Jika melanggar ketentuan jelas mereka akan menanggung resikonya,” terang Kabul Kepala DPMD Ngawi, Senin, (23/07).

Tak hanya itu, Kabul kembali mengingatkan kepada semua kades untuk mensinkronkan program pembangunan di desa dengan program pembangunan di tingkat kabupaten. Ia pun berharap dalam merealisasikan anggaran yang masuk ke desa harus bisa dipertanggungjawabkan baik dengan masyarakat desa itu sendiri maupun dengan lembaga pengawasan keuangan.

“Segala hal ikhwal berkaitan dengan penggunaan DD dan ADD sudah diatur oleh pemerintah kabupaten. Jadi, ikuti dan jalankan sesuai ketentuannya,” tuturnya.

Sedangkan, untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat, Kabul berharap agar pemerintahan desa agar terinspirasi dari desa dan kabupaten lain pada aspek pembangunan infrastruktur, ekonomi, pendidikan dan lainnya untuk dijadikan referensi yang baik.

“Desain tentang DD yang sedimikian rupa sudah dirancang oleh pemerintah pusat dan telah diatur secara teknis oleh pemkab. Saya mendorong kepada seluruh kades tidak perlu takut berinovasi dan berkreasi sepanjang rambu-rambu yang harusnya diikuti itu dijalankan dengan baik,” imbuh Kabul dihadapan wartawan.

Kabul menerangkan penggunaan DD dan ADD digunakan 70 persen untuk infrastruktur desa dan 30 persen lainnya untuk pemberdayaan masyarakat desa. Pada tahun 2018 ini, total DD dan ADD untuk 213 desa dari 19 kecamatan mencapai Rp 279 miliar lebih. Jumlah itu terdiri atas DD senilai Rp 167.815 miliar lebih dan ADD sebesar Rp 111.388 miliar lebih.

“Untuk ADD sekarang ini termin pertama semua desa sudah mencairkan semuanya dengan besaran nilai antara 40 persen sampai 50 persen. Sedangkan DD sampai pada termin kedua yakni pertama 20 persen kedua 40 persen dan terakhir termin ketiga 40 persen,” tegas Kabul.

Terpisah Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Ngawi menerangkan, pihak kades jangan bermain api dengan kedua pos anggaran yang masuk ke desa baik DD maupun ADD. Dalam penggunaanya harus disesuaikan dengan rencana program yang sudah disusun sebelumnya bai melalui musrenbangdes maupun tingkatan diatasnya.

“Tahun 2018 ini harus kita tekankan agar penggunaan dana desa lebih maksimal, lebih baik dibandingkan tahun lalu. Jangan sampai terjadi satu pelanggaran kalau itu terjadi sangat kita sayangkan,” pungkas Antok sapaan akrab Ketua DPRD Ngawi. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: