Thursday, August 2, 2018

Di Ngawi Polisi Temukan Sapi Gelonggongan Dari Tempat Penampungan

SiagaNews || Satuan Reserese Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi berhasil mengungkap praktek sapi yng diduga gelonggongan dari tempat penampungan sapi di Lingkungan Ngadirejo, RT 10/RW 05, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi atau Gang Mawar, Jalan Ronggowarsito, Kamis, (02/08). Akibat kejadian ini Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu langsung melakukan pemeriksaan dilokasi kejadian.

Hasilnya, dari 5 ekor sapi jantan jenis Limosin warna coklat ditemukan 1 ekor sapi yang kondisinya sudah mati akibat praktek gelonggongan. Dalam prakteknya, sapi sebelum dikirim ke wilayah Surabaya digelonggong terlebih dahulu dengan cara memasukan selang plastik memalui mulut sapi lantas dialiri air secara berlebihan yang dihubungkan dengan pompa air.

“Semalam ada informasi masyarakat langsung kita tindaklanjuti dan berhasil melakukan pengungkapan atas praktek sapi gelonggongan dari tempat penampungan yang masih illegal ini. Pengungkapan ini sebagai upaya kita melindungi konsumen menjelang hari raya korban,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Kamis, (02/08).

Tandasnya, tujuan dari aksi tersebut untuk menambah berat sapi ketika dijual kepada konsumen dengan selisih harga sekitar Rp 500 ribu per ekor sapi dibanding dengan sapi biasa atau tidak digelonggong. Dari kejadian ini polisi berhasil mengamankan satu orang bernisial AA (19) yang diduga kuat sebagai pemilik tempat penampungan.

Lanjut Kapolres Ngawi sesuai keterangan AA, praktek gelonggongan sudah dilakukan 7 kali terhadap sekitar 10 sapi selama 8 hari terakhir. Dan sapi-sapi tersebut dibeli oleh AA dari pasar hewan di sekitar wilayah Ngawi. Namun usaha tempat penampungan sapi langsung dari keterangan AA dimulai sejak tahun 2017 lalu.

Sementara itu menurut Suparno Ketua RT dilingkungan tempat penampungan, pihaknya sama sekali tidak menyangka jika ditempat penampungan sapi milik AA itu ada praktek sapi gelonggongan dengan mengerahkan beberapa orang pekerja.

“Saya sendiri juga tidak tahu persis, hanya saja setiap kali pasaran ada beberapa ekor sapi yang dibawa ke tempat penampungan ini,” kata Suparno.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, AA seketika itu langsung digelandang ke Mapolres Ngawi untuk dilakukan proses pemeriksaan. Selain itu polisi pun juga menyita satu ekor sapi mati akibat gelonggongan sebagai barang buktinya. Atas perbuatan yang dilakukan AA, polisi bakal menerapkan UURI Nomor 08 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan UURI Nomor 18 Tahun 2009 tentang peternakan dengan ancaman kurungan paling lama 5 tahun. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: