Thursday, August 9, 2018

Di Sidolaju, Semburan Sumur Jadi Tontonan Warga Duka Bagi Sang Pemilik

SiagaNews || Mujianto pria 48 tahun salah satu petani asal Dusun Tambakselo, Desa Pelanglor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi mengaku ketakutan lantaran sumur sawah miliknya terus menyembur hingga kini. Padahal secara normal untuk saat ini dirinya sudah memulai untuk menggarap sawahnya.

Lantaran ada semburan air bercampur material yang terus keluar tidak kunjung reda sejak Minggu kemarin, (05/08), sekitar pukul 05.30 WIB membuat Mujianto merasa khawatir dan was-was. Betapa tidak, semburan sumur sawah miliknya yang berada di area persawahan Dusun Weru, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren Ngawi atau sebelah timur tol Ngawi-Solo tepat STA 563+600 menjadi tontonan warga.

Selain itu persemaian padi yang seharusnya ditanam pada musim kali ini kondisinya mati. Totalnya, dampak adanya fenomena alam yang tidak biasa tersebut membuat Mujianto mengalami kerugian materi sekitar Rp 50 juta. Setelah sumur sawahnya tidak lagi bisa dioperasikan dan kondisinya pun berlubang makin meluas serta bangunan diatasnya seluas 4x5 meter hampir roboh.

“Rugilah, kalau begini lebih memilih beli pulsa saja untuk menghidupkan sibel bertenaga listrik daripada nyembur sendirinya itu. Kalau takut pasti soalnya bisa juga dikemudian hari sekitar sumur itu ambles,” terang Mujianto, Rabu, (08/08).

Dia menyebut satu sisi dari semburan sumur miliknya itu sebagai barokah yang luberan airnya mencapai sekitar 3 hektar lebih. Dengan kondisi tersebut Mujianto mengaku pasrah terhadap pemerintah kalau toh ‘bencana’ semburan tidak kunjung berhenti.

Dihari yang sama Tim Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim melakukan uji terhadap kandungan semburan air. Terlihat mereka mengambil sampel air semburan sekitar 300 meter dari lokasi pusat semburan. Untuk sementara Kukuh Sudjatmiko koordinator ESDM Jatim menyebut semburan sumur mengandung gas metana namun tidak berbahaya bagi kesehatan. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: