Tuesday, August 7, 2018

Ngeri, Dinkes Sebut Penderita HIV/AIDS Di Ngawi Terus Meningkat

SiagaNews || Patut diwaspadai dengan jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) maupun Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di wilayah Ngawi, Jawa Timur, akhir-akhir ini. Mengingat jumlah penderita penyakit yang satu ini sesuai angkanya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Data yang berhasil dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, jumlah penderita HI/AIDS sampai 2018 ini totalnya mencapai 508 penderita terdiri 263 pria dan sisanya 245 perempuan. Hingga kini yang masih dinyatakan hidup sebanyak 349 penderita sedangkan 158 penderita tidak mampu bertahan ganasnya penyakit HIV/AIDS tersebut atau sudah meninggal.

“Meningkatnya angka penderita HIV/AIDS ini karena secara umum masyarakat sadar akan kesehatanya. Mereka sekarang ini secara sadar mendatangi tempat tes VCT (Voluntary Counselling and Testing-red) yang tersedia dibeberapa pelayanan kesehatan di Ngawi mulai dari puskesmas,” terang Jaswadi Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Ngawi, Senin, (06/08).

Jelasnya, para penderita HIV/AIDS pada umumnya usia produktif antara 18-35 tahun yang jumlahnya terus mengalami peningkatan dan terus ditemukan penderita baru. Dari tahun 2010 saja ditemukan baru 24 penderita, setahun kemudian 2011 meningkat 31 penderita, tahun 2012 hanya ditemukan 27 penderita, ditahun 2013 meningkat lagi ada 33 penderita, 2014 meningkat drastis mencapai 72 penderita.

Kemudian selang setahun lagi 2015 ditemukan 65 penderita dan 2016 tercatat ada 100 penderita. Puncak ditemukan penyakit mematikan ini terjadi tahun 2017 lalu tercatat ada 109 penderita dan tahun 2018 ini ditemukan lagi 16 penderita. Dari jumlah tersebut paling banyak dari 24 wilayah puskesmas ada di dua wilayah yakni Kendal dan Widodaren masing-masing ditemukan 36 penderita HIV/AIDS.

Disusul lagi wilayah Puskesmas Teguhan jumlah penderita yang berhasil ditemukan ada 35 penderita dan tahun 2018 ditemukan 2 penderita baru. Tidak hanya itu Puskesmas Paron dan Puskesmas Jogorogo juga terbilang luar biasa mencapai 34 penderita.

Jelas Jaswadi,  untuk mencegah sekaligus mendeteksi dini tertularnya HIV/AIDS melalui Dinkes Kabupaten Ngawi hingga kini ada tiga lokasi klinik VCT. Tiga klinik yang dimaksudkan tersebut berada di RSUD dr Soeroto Ngawi, Puskesmas Ngawi Kota dan Puskesmas Jogorogo.

Untuk penularan HIV/AIDS ungkap Jaswadi, memang berbagai faktor salah satunya melakukan sex bebas. Sehingga ia mengingatkan untuk menjalani hidup sehat tanpa melakukan sex bebas tanpa alat pengaman. Soal keberadaan warung remang-remang yang mungkin ada di wilayah Ngawi bisa menjadi salah satu penyebab penularan HIV/AIDS namun pada dasarnya berbagai macam penyebab. (pr)


SHARE THIS

Author:

0 komentar: