Friday, August 24, 2018

Parah, Ngawi Krisis Air Bersih BPBD Action

Parah, Ngawi Krisis Air Bersih BPBD Action

SiagaNews || Tanda akan datangnya musim penghujan masih lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mulai was-was. Terutama persiapan antisipasi kekeringan disejumlah wilayah khususnya kelangkaan air bersih. Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Kabupaten Ngawi pihaknya sudah mempersiapkan 3 truk tangki yang bakal dipergunakan untuk droping air bersih. “Sekarang ini saja BPBD sudah melakukan pendistribusian air bersih disejumlah wilayah. 

Tetapi pada umumnya wilayah Ngawi masih belum begitu terkena dampak akibat kekeringan yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Akan tetapi pihak kita selalu terbuka menerima laporan kekeringan dari wilayah lainya,” terangnya, Jum’at, (24/08). 

Seperti dilansir sebelumnya, BPBD Kabupaten Ngawi sudah melakukan droping air bersih di titik rawan kekeringan tepatnya di 30 desa dari 8 kecamatan di wilayah Ngawi. Lebih jelasnya lagi Heru mengatakan, droping air bersih itu akan terus dilakukan terutama untuk wilayah yang betul-betul dilanda kekeringan mendasar permintaan warga. 

 “Untuk teknis pendropingan air bersih selama ini kita kerjasama dengan PDAM yang disesuaikan permintaan warga,” ungkap Heru. Menurut pemetaan BPBD Kabupaten Ngawi diwilayah Ngawi ada 3 kecamatan yang mengalami krisis air bersih dengan berbagai kategori kritis. Yakni Bringin, Pitu dan Karanganyar. Sampai pertengahan jelang akhir Agustus 2018 ini untuk Kecamatan Bringin meliputi beberapa desa diantaranya Dampit, Kenongorejo dan Suruh sedangkan Kecamatan Pitu meliputi Cantel.

Bahkan Heru menyebut, dari luasan wilayah yang sering dilanda kekeringan ada 2 (dua) tingkatan. Untuk kategori I merupakan daerah/kecamatan rawan kekeringan disetiap tahunya seperti Pitu, Bringin, Karangjati, Kedunggalar, Karanganyar dan Widodaren.

Sedangkan kategori II masuk di beberapa kecamatan dengan ancaman kekeringan lebih rendah antara lain Ngawi Kota, Gerih dan Geneng. (pr)

Thursday, August 16, 2018

Parah, Di Kedunggalar Maling Nekat Sikat Truk

Parah, Di Kedunggalar Maling Nekat Sikat Truk

SiagaNews || Tasi pria 67 tahun warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi terpaksa harus gigit jari lantaran kehilangan kendaraanya roda empat. Menyusul truk dump merek Mitsubishi warna kuning nopol AE 9756 M baru saja lenyap diembat maling. Sesuai keterangan Polsek Kedunggalar kejadian yang dialami korban baru diketahui sekitar pukul 04.00 WIB pada Kamis, (16/08).

Saat itu Sujiati istri Tasi bangun tidur langsung pergi kedepan rumah. Nahas, ia tidak lagi melihat kendaraanya tersebut yang sebelumnya sengaja diparkir didepan rumah. Kemudian membangunkan suaminya untuk mencari keberadaan truk dengan bertanya kepada tetangga dekatnya.

“Memang ada salah satu tetangganya mendengar ada suara mesin truk sebelum kejadian. Dikira yang membawa si pemiliknya karena biasanya memang bongkar muatan pasir,” terang Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman.

Usai kejadian terangnya, Tasi langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya tersebut ke Polsek Kedunggalar. Dari pelaporan korban pihak polisi pun melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Akibat aksi maling nekat ini korban mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp 45 juta. (pr)

Sunday, August 12, 2018

Tidak Sekedar Teori, Ratusan Siswa MI PSM Sulursewu Lakukan Manasik Haji

Tidak Sekedar Teori, Ratusan Siswa MI PSM Sulursewu Lakukan Manasik Haji

SiagaNews || Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) PSM Sulursewu, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Ngawi melakukan kegiatan manasik haji bersama ratusan siswa MI lainya yang tergabung ke dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Gelung wilayah selatan, Sabtu, (11/08/2018).

Para siswa tersebut, mengikuti latihan manasik haji layaknya di Mekkah, Arab Saudi komplit mengenakan pakaian haji berupa kain ihram lengkap. Kegiatan yang berlangsung hampir dua jam itu digelar dilapangan Desa Gentong, Kecamatan Paron, dibimbing langsung petugas dari Kemenag Ngawi.

Dalam kegiatan manasik haji, terlihat ratusan para siswa dilatih tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang akan dilaksanakannya, misalnya rukun haji, persyaratan, wajib, sunah, maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji. Selain itu para siswa juga belajar bagaimana cara melakukan praktik tawaf, sa’i, wukuf, lempar jumrah, dan prosesi ibadah lainnya dengan kondisi yang dibuat mirip dengan keadaan di tanah suci.

“Alhamdulillah para siswa mengikuti manasik haji ini dengan khusyu sehingga kedepanya diharapkan dapat menanamkan keinginan para siswa untuk berhaji apabila mereka sudah dewasa. Dan kegiatan ini sangat memberikan manfaat agar para siswa sejak dini mengetahui apa saja rukun haji yang harus dilaksanakan di tanah suci,” terang Syukron Fadly Kepala Sekolah (Kasek) MI PSM Sulursewu.

Sementara itu Tri Mulyo pembimbing manasik haji dari Kemenag Ngawi menjelaskan, kegiatan manasik haji tidak lain untuk mengimplementasikan ilmu tentang haji serta rukun-rukunya. Setelah siswa hanya sebatas mengetahui tentang haji melalui teori sehingga patut untuk dipraktikan melalui manasik haji.

“Manasik haji yang dilakukan dapat memberikan satu inspirasi bagi siswa bagaimana dengan prosesi naik haji di tanah suci sana. Maka, dalam manasik haji ini kita lakukan seluruh rukun-rukunya sesuai tahapan yang harus dilakukan,” ungkap Tri Mulyo. (pr)