Previous
Next

Thursday, February 22, 2018

Perbup Terbit, DPMD Ngawi Tancap Gas Sosialisasikan Pengisian Kursi Sekdes

Perbup Terbit, DPMD Ngawi Tancap Gas Sosialisasikan Pengisian Kursi Sekdes


SiagaNews || Rupanya kekosongan kursi sekretaris desa (sekdes) di wilayah Ngawi yang selama ini menjadi sorotan berbagai publik terjawab sudah. Melalui Achmad Roy Rozano Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi mengatakan, perangkat hukum lanjutan dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 09 Tahun 2016 tentang Perangkat Desa yakni Peraturan Bupati (Perbup) sudah diterbitkan dan diteken Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Tandasnya, peraturan yang dimaksudkan tersebut yakni Perbup Nomor 09 Tahun 2018 tentang Perangkat Desa. Dengan demikian pasca terbitnya Perbup tersebut pihaknya langsung tancap gas melakukan sosialisasi secara estafet ke 19 wilayah kecamatan. Namun untuk saat ini ucap Roy sapaan akrabnya, baru 3 wilayah kecamatan yang disambangi untuk mensosialisasikan aturan itu mulai tanggal 19 Februari 2018 kemarin. Yakni Karangjati, Bringin dan Padas.

“Sejak terbitnya Perbup sebagai tindaklanjut dari Perda sudah kami sosialisasikan ke wilayah kecamatan. Dan nantinya dilakukan secara bergilir sesuai yang kami jadwalkan,” terang Achmad Roy Rozano Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Ngawi, Kamis (22/02).

Tuturnya, di wilayah Ngawi dari 19 kecamatan memang ada kekosongan kursi sekdes di 59 desa. Dan 42 desa memang benar-benar kosong sedangkan 17 desa lainya posisi sekdes di Plt kan. Untuk itu Roy mengharap, bagi desa yang terdapat kursi sekdes kosong segera mempersiapkan diri untuk melakukan pengisian mengingat posisi sekdes memang vital dalam birokrasi desa.

“Mengenai kapan pengisian kursi sekdes semuanya terserah pihak desa yang bersangkutan. Alasanya desa harus membuat peraturan desanya terlebih dahulu demikian juga mempersiapkan anggaran untuk mencover proses pengisian itu,” bebernya.

Pungkasnya, keterlambatan Perbup selama ini memang terjadi pada draf. Mendasar dari beberapa pengalaman sebelumnya ada beberapa revisi pasal. Sehingga secara teknis pasal-pasal yang ada didalam Perbup itu sifatnya sangat mengingat dan tidak multitafsir. Kedepanya pihak panitia desa akan gamblang menerjemahkan semua aturan dan tata cara sebagaimana didalam Perbup Nomor 09 Tahun 2018 itu. (pr)

Polisi Hanya Butuh Beberapa Jam Sikat Pelaku Curat Bertato TKP Sine

Polisi Hanya Butuh Beberapa Jam Sikat Pelaku Curat Bertato TKP Sine


SiagaNews || Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Ngawi bersama Unit Reskrim Polsek Sine hanya butuh waktu kurang dari 10 jam untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Disebutkan RS (38) pria bertato sebagai terduga pelaku curat berhasil dibekuk dirumahnya di Dusun Nangsri, Desa Lempong, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah sekitar pukul 20.00 WIB pada Rabu kemarin, (21/02).


Kapolsek Sine AKP Slamet Suyanto mengatakan, penangkapan terhadap RS berawal dari laporan Narno si pemilik penggergajian kayu asal Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah sekitar pukul 10.00 WIB pada Rabu pagi, (21/02). Dalam laporanya itu ia mengaku sebagai korban curat di rumah penggergajian kayu masuk Dusun Krajan Wetan, Desa/Kecamatan Sine, Ngawi pada 16 Februari 2018 lalu.


“Dari hasil laporan korban kita langsung lakukan penyelidikan dan ternyata mengarah ke terduga pelaku yang ditangkap itu. Dari hasil interogasi RS mengakui perbuatanya,” terang Kapolsek Sine AKP Slamet Suyanto, Kamis (22/02).


Disebutkan, sekitar pukul 06.00 WIB pada Jum’at 16 Februari 2018 RS sebagai terduga pelaku curat berhasil masuk ke lokasi kejadian dengan cara memanjat dinding rumah dan membuka genteng. Setelah berhasil masuk RS dengan leluasanya menguras barang-barang yang ada seperti satu unit gergaji mesin dan mesin gerinda merek Modern. (pr)

Lagi-Lagi Petani Kalah Harga Gabah Di Sentra Produksi Terjun Bebas

Lagi-Lagi Petani Kalah Harga Gabah Di Sentra Produksi Terjun Bebas


SiagaNews || Harga gabah di sentra produksi seperti di Ngawi, Jawa Timur mulai terjadi penurunan secara drastis pada panen raya tahun ini. Dalam sepekan saja harga gabah anjlok rata-rata Rp 700 per kilogram dari harga sebelumnya. Padahal harga gabah kering panen (GKP) di daerah ini pada pekan lalu berkisar diatas Rp 4.900 per kilogram.


Seperti yang dikatakan Hariyanto seorang petani padi asal Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Ngawi mengatakan, pada awal panen bulan ini, petani bisa menjual GKP seharga Rp 4.900 per kilogram. Akan tetapi sekarang ini gabah hanya dibandroll antara Rp 4.100 – Rp 4.200 per kilogram.


“Lima hari lalu harga masih bagus (gabah-red) tetapi beda jauh dengan sekarang ini hanya alasan hujan para tengkulak banting harga. Pihak yang kalah tetap kita-kita petani ini,” terang Hariyanto, Kamis (22/02).


Ia meminta pemerintah harus melakukan tindakan nyata intervensi harga ke petani agar stabil. Jika terjadi penurunan terus-menerus dikhawatirkan petani tidak mampu mengembalikan modal tanam dan sebagainya. Padahal semua modal tersebut didapat dari bank.


Dilain sisi Hariyanto pun meminta pemerintah untuk mengkaji ulang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 4.200 per kilogram mengingat kwalitas gabah pada panen raya pertama tahun ini cukup baik. Paling tidak HPP harus menyesuaikan dengan kondisi gabah yang ada jangan sampai dijadikan patokan tanpa batas waktu.


Sementara itu Sunito Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Ngawi membenarkan terjadinya penurunan gabah diwilayahnya pada musim panen kali ini. Untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah ia berencana memberikan bantuan box dryer atau alat pengeringan gabah ke setiap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).


Sayangnya untuk saat ini baru tersedia 10 box dryer yang diberikan ke 10 Gapoktan dari 213 Gapoktan se-wilayah Ngawi. Selain itu ketika ditanya tentang langkah tepat dan cepat untuk mengendalikan harga gabah misalkan operasi pasar Sunito pun belum bisa memberikan keterangan yang jelas. (pr)