Previous
Next

Thursday, October 4, 2018

Minimalisir Korban Bencana Polres Ngawi Simulasikan Penanganan

Minimalisir Korban Bencana Polres Ngawi Simulasikan Penanganan

SiagaNews || Upaya aparat kepolisian untuk meminimalisir korban bencana alam terus dilakukan dengan bentuk pencegahan dini melalui pelatihan yang melibatkan berbagai pihak. Seperti yang dilakukan Polres Ngawi melakukan mitigasi bencana alam melibatkan TNI, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan para relawan di wilayah setempat.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan bentuk simulasi pertolongan pertama pada korban bencana alam dipusatkan di Waduk Pondok masuk Desa Dero, Kecamatan Padas, Ngawi, Kamis, (04/10). Pada kesempatan ini Kapolres Nagwi AKBP MB. Pranatal Hutajulu terjun langsung memimpin simulasi yang berjalan hampir dua jam.

“Hari ini kita sengaja melakukan simulasi dengan beberapa asumsi penanganan korban bencana melibatkan para pemangku kepentingan yang ada di wilayah Ngawi. Sehingga apabila terjadi bencana alam semua personel sudah terlatih,” ungkap Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Kamis, (04/10).

Ujarnya, dalam simulasi disesuaikan dengan karakteristik wilayah Ngawi yang sering terjadi bencana alam banjir di daerah Kwadungan, Padas dan beberapa wilayah kecamatan lainya. Tercatat simulasi pertama melakukan pembersihan pohon tumbang disusul evakuasi korban banjir dan pertolongan terhadap korban banjir yang menyelamatkan diri diatap rumah.

“Termasuk upaya pencegahan aksi kriminal berupa penjarahan terhadap toko maupun minimarket saat terjadinya bencana. Kita himbau ke masyarakat juga berpartisipasi ketika ada bencana alam untuk tidak berbuat kriminal,” pungkas Kapolres Ngawi. (pr)

Tuesday, October 2, 2018

Sikat Semeru 2018 Polres Ngawi Amankan Belasan Pelaku Kejahatan

Sikat Semeru 2018 Polres Ngawi Amankan Belasan Pelaku Kejahatan

SiagaNews || Aparat kepolisian Polres Ngawi menyudahi sepak terjang para pelaku kejahatan dari berbagai kasus. Kepastian itu disampaikan langsung Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu melalui press release dihadapan para kuli tinta di Mapolres Ngawi, Selasa, (02/10/2018).


Tegas Kapolres Ngawi, dalam Operasi Sikat Semeru 2018 sesuai atensinya meliputi 6 kasus kejahatan. Namun dalam perjalananya operasi yang berlangsung selama 12 hari mulai 5-16 September 2018 Korps Bhayangkara tersebut berhasil mengungkap 10 kasus kejahatan.


“Dari ungkap berbagai kasus itu memang didominasi kasus pencurian dengan pemberatan (curat-red) yang terjadi pada rumah, toko maupun kendaraan termasuk curanmor juga. Dan alhamdulillah dalam operasi sikat ini berhasil mengamankan belasan pelaku dari berbagai tindak pidana,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Selasa, (02/10/2018).


Tingginya kasus curat yang terjadi diwilayah Ngawi bebernya, akibat faktor ekonomi yang dialami para pelaku termasuk unsur kelalaian dari korban sendiri. Dijelaskannya, dalam kasus curat ini ada 5 target operasi dan berhasil diamankan 12 pelaku yang ditargetkan maupun non target.


Dan yang menarik ungkap AKBP MB. Pranatal Hutajulu petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi berhasil mengungkap kejahatan yang terkait dengan UU Findusia. Dalam kasus ini diamankan 21 unit sepeda motor berbagai jenis dan type dari tangan debitur. Pengungkapan kasus ini berawal adanya laporan dari pihak finance dan ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.


“Kasus masalah tipu gelap sepeda motor yang erat kaitanya dengan undang-undang findusia itu sudah terjadi hampir lima tahun. Ketika kita gerebek sasaranya yang berada di wilayah Kecamatan Ngrambe berhasil menemukan puluhan sepeda motor ini,” pungkasnya. (pr)

Monday, October 1, 2018

Sikap Ansor Ngawi : Generasi Jangan Lupa Sejarah Kebiadaban PKI

Sikap Ansor Ngawi : Generasi Jangan Lupa Sejarah Kebiadaban PKI

SiagaNews || Patut disayangkan, generasi sekarang ini tidak jarang lupa akan sejarah maupun perjalanan bangsanya sendiri pasca kemerdekaan. Patut diingat tidak lain adalah bengisnya dan kebiadaban Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sudah dua kali berbuat makar dengan mencoba merubah ideologi Pancasila dan UUD 1945.


Kekejian PKI ini jelas faktanya bukan sejarah masa lalu yang dipelintir sedemikian rupa seperti sekarang ini yang sering berhembus. Patut dicatat, kekejaman PKI ditahun 1948 dan aksi penculikan dengan korban para jenderal TNI tahun 1965.


Menanggapi bengisnya PKI, Ali Mochtar selaku Satkorcab Banser Ngawi termasuk pengurus Pemuda Ansor Ngawi mengharapkan harus adanyanya edukasi dan pendidikan dini terhadap generasi penerus jangan sampai lupa sejarah bangsanya sendiri. Antisipasi seperti itu harus dilakukan secara periodik dan berkelanjutan jangan sampai pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di Pancasila maupun UUD 1945 terkikis.


Mengingat di wilayah Ngawi ujar Ali Blangkon demikian sapaan akrabnya, ada satu monumen yang merintih tak terperi akibat lara akan ganasnya PKI saat itu. Sebut saja Monumen Suryo yang berada diarea hutan ditepi Jalan Raya Ngawi-Mantingan atau tepatnya masuk Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Ngawi.


Beber Ali, setelah menghadiri peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 1948 di Yogjakarta usai acara Gubernur Suryo pun pamit pulang ke Madiun. Nahas, sesampainya dihutan Peleng atau sekitar Monumen Suryo sekarang ini mobil Gubernur Jawa Timur pertama kalinya ini dicegat oleh segerombolan PKI.


Gubernur Suryo yang mempunyai nama asli Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo ini bersama dua pengawalnya dibunuh dengan cara sadis. Demikian juga mobilnya turut dibakar. Kekejaman seperti inilah yang dilakukan PKI di era tahun 1948 maupun 1965.


Ali Blangkon yang tercatat sebagai salah satu calon legislative Partai Gerindra Dapil II Ngawi itu menghendaki kepada semua elemen masyarakat jangan sampai lupa sejarah terhadap catatan hitam PKI. Dengan semangat totalitas ujarnya, NKRI sudah harga mati harus dipertahankan sampai kapanpun. (pr)