Previous
Next

Thursday, April 26, 2018

Bersama HIPMI, Puti Motivasi Generasi Milenial Menuju Kemandirian Berwirausaha

Bersama HIPMI, Puti Motivasi Generasi Milenial Menuju Kemandirian Berwirausaha

SiagaNews || Dihadapan ratusan peserta seminar pengembangan usaha bisnis pemula yang diinisiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Ngawi yang digelar di aula RM Notosuman Ngawi kehadiran Mbak Puti memberikan refleksi dan spirit baru bagi para peserta, Kamis (26/04).   Pesan Mbak Puti, meminta generasi millennials untuk bisa berwirausaha mandiri agar tetap produktif.

"Mengenai urgensi masalah pengangguran, saya kira ini menjadi hal yang penting buat pemuda. Mereka adalah kelompok yang produktif, dan ini adalah konsen kita bersama," ujar Mbak Puti.

Tandasnya, berwirausaha adalah salah satu arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menekan angka pengangguran pemuda yang ada di Indonesia. Arahan ini menjadi tanggung jawab seluruh sektor yang ada di pemerintahan. Apalagi diketahui jumlah kelompok milenial di jaman now terbilang cukup tinggi, 35 persen dari 261,1 juta (2016) jumlah penduduk Indonesia. Memberdayakan kelompok ini adalah salah satu kunci memajukan Indonesia.

"Kreatifitas dan inovasi terus menerus dalam pengembangan bisnis harus kita suport. Tidak sebatas itu nantinya kita berikan ruang khusus bagi mereka agar tampil sebagai pengusaha muda yang berdedikasi," ulasnya.

Dalam kesempatan yang sama Alif Akbar koordinator seminar HIPMI Kabupaten Ngawi menandaskan, kegiatan seminar sebenarnya hanya sebatas branding kalau toh keberadaan HIPMI sudah terbentuk di Ngawi. Hal ini mengindikasikan pengusaha muda di bumi orek-orek tersebut bangkit untuk berkarya mandiri. Meskipun baru terbentuk sekitar sepekan lalu keberadaan HIPMI Kabupaten Ngawi bakal menjadi wadah bagi para pengusaha muda untuk saling tukar gagasan dan ide kreatif. 

"Kehadiran kami butuh suport dari semua pihak tidak terkecuali dari birokrasi. Maka dari itu kami mengharapkan Mbak Puti sebagai pasangan dari Gus Ipul pada Pilgub Jatim 2018 nantinya memberikan satu ruang bagi kami untuk berkarya. Tentunya keberadaan Mbak Puti akan kami dukung," pungkas Alif Akbar. (pr)
Dihadapan Ribuan Petani Puti Replikasi Regulasi Pertanian Dari Ngawi

Dihadapan Ribuan Petani Puti Replikasi Regulasi Pertanian Dari Ngawi

SiagaNews || Kehadiran Mbak Puti bersama ribuan petani dari Gapoktan se-Kabupaten Ngawi dalam agenda silaturrahim di gedung serbaguna Eka Kapti Ngawi, Kamis (26/04), memberikan beberapa konsep program pertanian menuju kedaulatan pangan. Didampingi Budi Sulistyono Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti wilayah Mataraman sekaligus Bupati Ngawi, Mbak Puti sesuai komitmenya bakal intervensi pertanian dalam skala prioritas secara berjenjang untuk meningkatkan produktifitas pertanian.

"Tidak dipungkiri lagi keberadaan Jawa Timur ini perlu ada penyusunan konsep pertanian yang terarah dan terprogram secara baik. Kondisi inilah sudah menjadi kewajiban kita untuk meningkatkan mutu pertanian dengan menerapkan aplikasi dan inovasi yang pas dibidang pertanian seperti di Ngawi," terang Mbak Puti, Kamis (26/04). 

Tandasnya, ia sengaja mereplikasi sebagian program pertanian dari Ngawi untuk Jawa Timur. Mengingat sektor pertanian melalui besutan Mbah Kung dalam beberapa tahun terakhir menunjukan angka peningkatan baik dari sisi produktifitas pertanian khususnya padi maupun tingkat kesejahteraan petani meskipun dalam proses pemerataan. Terlebih, wilayah Ngawi sektor pertanian padi terbukti mampu mensuplai kebutuhan beras nasional dan menjadi bagian lumbung padi di Jawa Timur.

"Keberadaan sektor pertanian secepatnya harus kita intervensi dengan regulasi yang tepat sasaran. Bukan berati keberadaan sektor pertanian di Jawa Timur secara umum jalan ditempat tetapi perlu kita genjot lagi," kupas Mbak Puti.

Menuju penguatan sektor pertanian replikasi yang diusung Mbak Puti dari Ngawi antara lain melalui tiga konsep manajemen dengan memperhatikan kebutuhan air, keberadaan sumur dalam dan manajemen tanam. Ketiga hal sebagaimana yang digariskan Mbah Kung terbukti ampuh meningkatkan pertanian. Sehingga kedepanya penerapan 'ilmu baru' dari Ngawi bakal disuntikan kedalam regulasi pertanian untuk Jawa Timur lima tahun kedepan. Komitmen yang bakal dibangun Mbak Puti langsung mendapat apresiasi positif dari ribuan petani yang tergabung ke dalam Gapoktan se-Kabupaten Ngawi. (pr)
Minta Jaminan Pasar Stabil Petani Tembakau Ngawi Dukung Puti

Minta Jaminan Pasar Stabil Petani Tembakau Ngawi Dukung Puti


SiagaNews || Ribuan petani tembakau di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang tergabung di Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) minta jaminan pasar tembakau harus jelas dan transparan. Jangan sampai produksi tembakau yang dihasilkan petani menyangkut harga dipermainkan para cukong. Mengingat skala nasional cukai dari hasil tembakau terhitung tahun 2017 saja mencapai angka Rp 1,4 triliun yang dikonstribusikan lewat pos APBN.

Sayangnya dengan nilai fantastis dana hasil cukai tersebut belum sebanding dengan kesejahteraan yang dirasakan para petani tembakau sendiri. Untuk itu Sojo Ketua APTI Kabupaten Ngawi minta pemerintah untuk memberikan payung hukum maupun regulasi yang jelas kepada petani tembakau. Mengingat diwilayah Ngawi jumlah petani tembakau lebih dari 2 ribu orang dengan sebaran di 5 wilayah kecamatan seperti Karangjati, Pangkur, Padas, Bringin dan Paron. Dari jumlah itu luasan area tembakau mencapai 250 ribu hektar dengan hasil produksi pertahun sekitar 4 ribu lebih ton tembakau.

"Melihat potensi tembakau di Ngawi ini cukup besar. Dengan alasan itulah kami minta jaminan pasar yang stabil untuk harga tembakau. Dari harapan inilah kepada Mbak Puti bisa menjebatani semua kendala yang dialami para petani tembakau khususnya dari Ngawi," ungkap Sojo Ketua APTI Kabupaten Ngawi, Kamis (26/04).

Ia memastikan akan sepenuhnya mendukung kehadiran Puti Guntur mendampingi Gus Ipul dengan nomor urut 2 merebutkan kursi prestisius melalui Pilgub Jawa Timur 2018. Alasan lain beber Sojo, nasib petani tembakau harus diperhatikan jangan sampai pemerintah melakukan impor tembakau tanpa melihat sisi lain kwalitas tembakau lokal. Padahal jika ada pembinaan yang terstruktur dengan baik secara kompetitif keberadaan tembakau lokal kwalitasnya akan sejajar dengan tembakau impor.

Ulasnya lagi, APTI Kabupaten Ngawi meminta kepada pemerintah propinsi Jawa Timur untuk mengambil langkah kongkrit menyangkut regulasi tembakau dalam negeri. Seperti dari pengalaman studi banding ke Nusa Tenggara Barat (NTB) selama ini keberadaan petani tembakau di propinsi tersebut terproteksi dengan Perda dan Pergub. Kalau di NTB berhasil menginisiasikan aturan langsung menuju kesejahteraan petani tembakau maka ia yakin untuk Jawa Timur lima tahun kedepan harus memberikan regulasi jelas sama halnya di NTB.

"Di NTB sana ada Perda dan Pergub bahkan petani tembakau sendiri ada semacam forum melalui training farmer center untuk menampung semua kendala yang dihadapi petani tembakau. Masa Jawa Timur tidak bisa, makanya apapun alasanya Mbak Puti harus kita dukung agar bisa merealisasikan seperti yang diharapkan," cetus Sojo. (pr/n)