Previous
Next

Monday, May 14, 2018

Antisipasi Teror Mako Polres Ngawi Diperketat

Antisipasi Teror Mako Polres Ngawi Diperketat


SiagaNews || Polres Ngawi memperketat pengamanan wilayah setelah serangkaian teror bom di Kota Surabaya. Salah satunya meningkatkan pengamanan markas komando (mako) dengan mengerahkan 30 personel kepolisian. Seperti yang terlihat puluhan petugas kepolisian bersenjata lengkap menerapkan pemeriksaan satu pintu terhadap semua pengunjung di Polres Ngawi.

Setiap pengunjung diperiksa ketat baik tas bawaan hingga dalam jok sepeda motor yang dikendarai. Bahkan, jaket yang dikenakan pengunjung tidak luput wajib dibuka demikian juga identitas diperiksa secara teliti. Dengan bekal alat metal detektor petugas memeriksa seluruh bagian kendaraan. Hal itu untuk menghindari bahan peledak yang dibawa pengunjung jika terjadi.

“Sebagai upaya mengantisipasi aksi teror kami menerapkan pengemanan ketat di mako ini. Pemeriksaan pengunjung diberlakukan dengan sistem satu pintu dan mereka diawasi secara ketat gerak-geriknya,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin (14/05).

Jelasnya, pengamanan mako Polres Ngawi yang melibatkan puluhan petugas tersebut diberlakukan sampai tidak terbatas waktu. Dalam pengamanan semua petugas yang terlibat semua dipersenjatai dengan peluru tajam. Untuk mencegah terjadinya aksi teror bom merembet ke daerah sekarang ini Polres Ngawi mempersenjatai semua petugas yang diterjunkan dalam pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup.

“Pengamanan ketat juga kami perlakukan di jajaran Polsek. Kami terus memantau setiap perkembangan dari waktu ke waktu jangan sampai diwilayah Polres Ngawi kecolongan,” pungkas AKBP MB. Pranatal Hutajulu. (pr/en)

Sunday, May 13, 2018

Petugas Razia Hotel Amankan Tiga Pasangan

Petugas Razia Hotel Amankan Tiga Pasangan


SiagaNews || Petugas gabungan baik dari aparat kepolisian khususnya Polres Ngawi bersama Polsek Kota plus Denpom TNI dan Satpol PP menggelar operasi cipta kondisi (Cipkon) jelang bulan suci Ramadhan 1439 H dengan sasaran sejumlah hotel dan café karaoke. Razia yang digelar mulai pukul 09.00 WIB pada Sabtu malam, (12/05), berhasil mengamankan tiga pasangan bukan suami istri dari dua hotel berbeda dalam Kota Ngawi.

“Razia dengan sasaran hotel dan tempat karaoke ini sengaja kami lakukan untuk mengantisipasi peredaran narkoba, miras dan terjadinya tindak asusila. Kami menginginkan pada bulan suci nanti jauh dari penyakit masyarakat yang bisa mengganggu jalanya ibadah puasa,” terang Kapolsek Ngawi Kota AKP Khristanto Widhy.

Jelasnya, semua pasangan yang terjaring malam itu juga langsung digelandang petugas untuk diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya lagi. Selain itu ia pun memberikan peringatan keras kepada pihak hotel agar lebih hati-hati ketika menerima tamu yang akan menginap.

Pungkasnya, untuk hotel yang dirazia petugas meliputi Sukowati, SAA Nuansa, Ngawi Indah, Wilis dan Wahyu. Razia dengan mengerahkan 38 personel gabungan tersebut baru berakhir setelah mendatangi sejumlah café karaoke dalam Kota Ngawi seperti Hokky, Diva dan Rumah Kaca. Ditempat ini setiap pengunjung oleh petugas digeledah demikian para pemandu lagu. (pr/en)

Friday, May 11, 2018

Panitia Sebut Konfercab IX PCNU Ngawi Sah

Panitia Sebut Konfercab IX PCNU Ngawi Sah


SiagaNews || Setelah diterpa rumor negatif keberadaan Konferensi Cabang (Konfercab) IX PCNU Ngawi yang diadakan pada Minggu 15 April 2018 lalu penuh intrik kini kalangan panitia angkat bicara. Anas Hamidi salah satu anggota panitia dengan landai menjelaskan, keberadaan konferensi untuk memilih ketua maupun pengurus PCNU masa khidmat 2018-2023 adalah legal dan sah sesuai AD/ART.

"Kalau kita cukup menghormati apapun pendapat yang disampaikan rekan-rekan pasca Konfercab IX PCNU Ngawi. Tetapi pelaksanaanya maupun hasil dari konfercab itu adalah sah dilihat dari segi apapun," terang Anas Hamidi, Jum'at (11/05).

Tandas Anas, jika ada pihak tertentu yang menghendaki Konfercablub harus didasari alasan kuat jangan sampai timbul fitnah. Pada poinya semua mekanisme konfercab yang digelar di Ponpes Syekh Sholaubina Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren sudah dilalui sesuai tahapanya. Baik sistem penyusunan kepanitiaan maupun prosesi internal konfercab.

"Kalau panitia dikatakan tidak sah maka kabar itu sangat disayangkan. Mengingat pada pembentukanya itu melibatkan semua unsur di PCNU Ngawi ini baik banom, lembaga maupun kalangan tanfidziyah dan rois syuriyah. Kalau itu masih dipermasahkan lagi monggo tetapi gunakan jalur yang ada sesuai mekanismenya," jelas Anas yang juga legislator DPRD Ngawi dari PKB ini.

Terpisah kata KH. Asroful Anam selaku Khatib Syuriyah PCNU Ngawi, apabila kalangan tertentu tidak menerima hasil konfercab pada hakikatnya wajar. Namun ia pun menyampaikan bahwasanya semua tatib pelaksanaan Konfercab IX PCNU sudah dilalui dengan baik dari sisi AD/ART maupun secara organisasi NU. Dengan demikian apa yang dihasilkan dalam konfercab adalah sah dan tidak perlu diragukan lagi.

Seperti diketahui sebelumnya beredar kabar sebagian MWC dan Ranting NU maupun banom terutama GP Ansor bakal mufaroqoh setelah keberadaan Konfercab IX PCNU Ngawi melanggar AD/ART. Dan kabarnya lagi buntut kekecewaan itu langsung ditembuskan ke PWNU Jatim dan meminta konfercablub. Kemudian hasil Konfercab IX PCNU Ngawi diketahui pada putaran kedua KH. Ahmad Ulinnuha Rozy mendapatkan 125 suara dan Muhamad Dumami mendulang 99 suara. (pr)